kataitukata

Kereta Api Sehari-hari dan Si Bebal Nurani

In Uncategorized on April 4, 2011 at 8:18 am

 

Dalam panas, penuh sesak, nafas pengap dan tangis payah rakyat kecil, malah kau hendak membangun gedung baru hanya untuk berak dan makan sendiri.

 

Dengarlah cerita pilu ini:

 

Anak-anak, ibu-ibu, muda-mudi, tua renta, banyak orang menggantung diri pada gerbong kereta api dan selalu kereta rongsokan ini, sepanjang hari, berganti tahun dan sepanjang zaman…

 

Selalu berebut,

menyikat kanan kiri,

senggol sana sikut sini,

yang satu duduk, yang lain berdiri,

yang satu bersila di teras kotor, yang lain sembunyi di toilet bau tai,

yang satu bergelantungan di pintu, yang lain berlarian di atap

dan begini setiap hari,

sampai mati,

kereta usang akan tetap bernyanyi…

 

Wahai rakyat sejati, malang slalu nasibmu kini,

kapan hendak diakhiri, jalan hidup menggenggam duri,

siapa berani teriak kiri, hidup pasti dalam bui,

 

Tapi jangan takut,

demi harga diri komunal sejati,

tak apalah mangkat dalam tragedi,

 

Apa yang anda protes?

 

Empat triliun darah kami, hanya untuk membuang tai…?

 

yang terhormat, para bebal nurani,

engkau benar-benar bukan anak cucu ibu pertiwi,

laknat semesta untukmu, tuan-tuan berjas dan berdasi,

tak pernah peduli nasib kami,

hanya untuk perut sendiri,

 

semoga Tuhan memaklumi,

amuk muntab alpa kendali,

 

tapi pikir, itu sagat manusiawi,

sekali lagi kau maklumi, pemberontakan kami

 

12.37 PM 04/04/2011 di Kereta Tawangalun jurusan Banyuwangi-Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: