Suara Dunia

Kau tak akan mengerti betapa pilunya hatiku, tak akan pernah…

Entah mengapa, kupikir bahwa kau orang pertama yang membuat hatiku patah, berkeping, menyemburat seperti pecahan kaca tajam yang dikunyah dalam mulut lapar sangat, orang-orang hina yang berputus asa; perih beserta tiada berdaya membela diri yang alpa harga diri; nol. Kau tak tahu pilu itu, sayangku? Itu karena kau berpikir!

Keras hatiku menatap semua ini. Ingin sekali menyangsikan. Yakinlah tidak pernah terjadi dan semuanya tidak pernah dimulai. Kau tahu angin? Itu bukanlah air! Jauh lebih lembut lagi dari selimut yang membelai ikan-ikan lucu. Tapi angin itu membatu, mampat menjadi padat, retak, lalu hancur, melenyapkan asa dan segala cita cinta. Kau salah menatapku, salah. Kau salah melihat Dunia.

Kau tidak pernah sadar, apa yang kau lakukan padaku. Karena itu sekarang, aku tidak ingin hidup lagi. Buat apa hidup seandainya keabadian tak pernah kuraih? Buat apa hidup kalau memang kehidupan itu tidak pernah ada? Lalu buat apa kalau omong kosong selalu bersenandung dalam lantun harmoni kitab suci, bualan para picik? Dan buat apa setiap orang menyembunyikan keindahan rupa keperawanan Maria yang terenggut dalam upacara suci senggama ilahi? Buat apa ketragisan itu kalau hanya ilusi, imajinasi, manipulasi, ide korupsi, rasa ilahi? Salah besar. Inilah aku, dunia; lahiriah.

Kau tidak pernah menyambut akan pengembaraan gilaku dan lebih gila kalau aku mengebiri kemaluanku hanya karena kebebalan orang suci dari Timur; seperti anjing, seperti anjing dan seperti anjing; anjing; pengabdi para iblis atas nama ilahi yang berdiam diri; anjing! Iblis tidak pernah ada di dunia, ini dunia. Tiada perlu mengaji, tiada perlu berdzikir, tiada perlu bersembahyang, tiada perlu, tiada perlu, tiada perlu apa pun.

Kau tidak pernah memperhatikan hidupku, hidup dunia…

Kau tahu siapa yang membunuh Soekarno? Inilah dunia; dia dibunuh bukan dimatikan Tuhan. Kau tahu siapa yang membunuh demonstran? Inilah dunia; dia dibunuh bukan hilang entah di mana; orang hilang. Kau tahu siapa yang membunuh tukang kritik, Munir? Saudaranya sendiri sebangsa dan setanah air yang emoh disalahkan dunia, inilah dunia. Kau tahu Sumiati yang digunting mulutnya? Dia TKI, bukan naik haji. Kau tahu emak yang diperkosa, disetrika, dipukuli, ditendangi, disiram air panas, di… kau tahu anjing? Inilah dunia. Kau tahu para kyai? Kau tahu mereka orang-orang terhormat? Kau tahu para bankir? Penarik pajak? Penguasa? Aparat? Polisi? Tentara? Makan dari mana? Dari sedekah anak yatim, fakir miskin, pengangguran, para buruh, maling, germo, pelacur, pencuri, dari yang mati semati-matinya di hadapan dunia; mati terkapar.

Kau tahu…

Anjing dunia ini, dan aku Hardo bukan anjing.

Inilah dunia cintaku… renungkanlah.

Malang 17 April 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s