Bila Punya Cinta

Image

Di negeri yang bising ini pohon-pohon nyiur melambai lambai menari di atas pesta angin-angin pantai yang berkeliling memberkati kata hati yang bernurani

Aku duduk di kamar di hadapan kipas angin yang meredakan resah gelisah, di bilik yang tak lagi berakar di tanah lalu berkisah

Oh orang pribumi, hadir, besar, hidup di sini, seperti orang asing yang tak tahu hendak ke mana karena tanahnya tlah dicuri, di kemas dalam peti-peti mati kapitalisme yang mau untung sendiri

Oh malangnya nasib generasi yang semakin rendah diri, tidakkah ada yang peduli perampasan tanah, hak dan hati nurani?

Mengapa semua bak tikus curut penakut pengecut? Tak beranikah melawan? Mengapa semuanya terlempar dalam kasih kebisuan tak sanggup meneriakkan pekik protes keadilan?

Demi Allah dan barangkali Tuhan-Tuhan lain dari agama-agama Nusantara, hidup ini adalah bebas dan terbang dengan sayap-sayap kemanusiaan, bukanlah merajuk, gelap dan terkurung dalam bui

Di waktu yang aku harus pergi hari ini, di nyiur-nyiur yang tersenyum padaku, aku menitipkan pesan pada ibu pertiwi, “Bila engkau punya cinta, ungkapkan pada keadilan yang bersahaja.”

Ditulis oleh Hasnan Bachtiar sebagai rasa syukur dan terimakasih kepada seorang guru yang mulia, Mohammed Latiff Mohammed. Singapura, 28 Juli 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s