Tradisi Literasi: Kata-kata Bebas-Pendek

Alhamdulillah. Puji syukur kepada Allah, saya bisa menulis kembali di media yang bisa dibaca oleh khalayak ramai di dunia sibernetik ini. Semoga saja versi cetaknya akan tersaji sebagai hidangan yang sangat menarik, dalam sebuah tenunan halaman-halaman yang lebih bersifat popular ketimbang akademik.

Sudah sejak lama sesungguhnya, saya ingin menuangkan gagasan yang lebih ringan, sederhana dan inspiratif mengenai tradisi literasi. Secara lebih spesifik, para pembaca akan dimanjakan dengan pelbagai penyajian tentang cara membaca, menulis-meneliti dan berdiskusi. Semoga melalui pembangkitan kembali tradisi literasi ini, kesadaran literasi anak bangsa menjadi lebih baik.

Tulisan-tulisan mengenai tema-tema tersebut, dirancang sebagai sebuah panduan teknis untuk setiap cara kerja yang manual. Dengan kata lain, bukan bersifat instan. Tidak ada yang instan, kecuali para pembaca adalah para penggemar mie instan, yang siap disantap (panas, berkuah, sedap, berbumbu, dan membangkitkan selera) sembari membaca tulisan-tulisan pendek berikut ini.

Selamat membaca!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s