kataitukata

Tradisi Literasi: Kata-kata Bebas-Pendek

In Uncategorized on October 28, 2014 at 3:58 am

Alhamdulillah. Puji syukur kepada Allah, saya bisa menulis kembali di media yang bisa dibaca oleh khalayak ramai di dunia sibernetik ini. Semoga saja versi cetaknya akan tersaji sebagai hidangan yang sangat menarik, dalam sebuah tenunan halaman-halaman yang lebih bersifat popular ketimbang akademik.

Sudah sejak lama sesungguhnya, saya ingin menuangkan gagasan yang lebih ringan, sederhana dan inspiratif mengenai tradisi literasi. Secara lebih spesifik, para pembaca akan dimanjakan dengan pelbagai penyajian tentang cara membaca, menulis-meneliti dan berdiskusi. Semoga melalui pembangkitan kembali tradisi literasi ini, kesadaran literasi anak bangsa menjadi lebih baik.

Tulisan-tulisan mengenai tema-tema tersebut, dirancang sebagai sebuah panduan teknis untuk setiap cara kerja yang manual. Dengan kata lain, bukan bersifat instan. Tidak ada yang instan, kecuali para pembaca adalah para penggemar mie instan, yang siap disantap (panas, berkuah, sedap, berbumbu, dan membangkitkan selera) sembari membaca tulisan-tulisan pendek berikut ini.

Selamat membaca!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: