Sajak orang miskin yang sakit

nenek-tua-di-sudut-anjungan-kapal

 

Nenekku, sedang sakit

Dirawat di rumah sakit

Sudah empat hari, menanggung derita yang sulit

Hati keluarganya pun semakin sempit

Hidup di dunia ini memang rumit

Mau mati pun, semakin rumit

Dahiku yang terus mengeryit

Akibat nestapa menelan pil pahit

Kini semakin mengernyit

Terlalu sulit memahami kenyataan sulit

Salah seorang saudaraku, menemui petugas rumah sakit

Kami berkehendak pamit

Memulangkan nenek yang semakin sakit

Masalahnya tentu duit

Yang membuat kami semua pailit

Pasalnya, hutang kami sudah membukit

Dokter melarang, kami menggeram

Dokter mengancam, kami menerjang

Dokter harus dibayar, kami tak mampu membayar

Dokter butuh makan, kami kelaparan sudah sejak bertahun-tahun lamanya

Dokter bertanggungjawab, kami tak punya jawaban

Dokter berputus-asa, kami bersyukur-rasa,

karena nenek kami, akhirnya berpulang ke surga

tinggal hutang-hutang yang harus ditutup

dengan lubang dari lubang yang digali dari lubang, dari lubang, dari lubang, lubang

kemelaratan kami terus berpesta

kelaparan kami selalu menyapa

batin kami menanti, siapa yang akan sakit, lantas mati berikutnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s